Road To my Dream "Open the door : inhall blok 2👌"

Sebuah pencapaian tidak lah berhenti setelah kita sampai pada titik yang kita tuju, karena dibalik sebuah pintu banyak pintu lain yang mengantarkan kita pada akhir kisah yang bahagia, semoga angin mengantar sejuk langkah ku, semoga mentari memeluk hangat diriku dan semoga doa doa mereka tercinta memudahkan jalan ku aamiin.❤

Setelah perjalanan yang cukup panjang berlalu, mulai lah langkah baru menuju hal yang baru.Motivasi tinggi selalu menggebu ,awalnya hari ku berjalan seperti biasa terlebih kata ibuku, "sekolah itu jalani saja toh jika kesulitan dirimu tidak sendiri". Hahaha

Tapi jelas tak semudah itu, tiba masanya kuliah itu terasa mustahil untuk dilalui,waktu terasa tak cukup hanya 24 jam, tidur 15 menit terasa nikmat, persiapan bahan tutor keteteran,ngerjain tugas di sana sini tak kunjung selesai,ngapalin step tilik yang gak mudeng-mudeng, inhall setiap pretest anatomi😢, belum lagi pretest yang lain dan kegiatan kampus,wahh tidak habis- habis jika disebutkan.Udah aja lah ya.

Kembali lagi seperti kata ibuku, kita tidak sendiri,sepertinya bukan hanya aku tapi juga teman-teman lain merasakannya.Ada terbesit bahwa semua ini hal yang wajar dan semua orang juga mengatakan hal yang sama,semua ini kewajaran yang memang seharusnya terjadi.Tapi tetap saja ada hal yang menjanggal dibalik kewajaran ini.Karna keberhasilan adalah target yang kita tentukan sendiri,pencapain itu adalah batas yang kita tentukan,bukan dari seberapa banyak kegagalan oranglain sehingga kita merasa layak juga gagal,sekali lagi bukan seperti itu.

Tibalah di ujung blok 2 yang serba serbinya sungguh sangat luar biasa,oo ya sebelumnya ada keajaiban yang amat terasa yakni selama proses blok 2 berlalu alhamdulillah tidak ada sakit yang sampai tidak bisa mengikuti kegiatan di kampus.Bagi aku yg kurus kerempeng kurang gizi ini hal itu adalah nikmat yang sangat diluar kemampuan saya pribadi,yang pasti karna kemurahan yang kuasa dan doa-doa keluarga serta teman-teman semua.❤🙏

Nah balik lagi ke detik-detik ub blok 2,persiapan yang 0 besar dan target yang melampaui ambang batas kemampuan yang ada,alhasil kekecewaan yang didapat.

Baru buka pintu impian sudah gagal,satu malam suntuk mertapi sambil menangis menanyakan seberapa pantas diri ini,apakah layak seorang yang memalukan seperti ini menjadi dokter untuk pasien-pasiennya nanti.

Its deep time for me, i feel wanna give up

Tapi balik lagi ke orangtua ,keluarga yang lain,tapi seyakin saya keluarga adalah mereka yang mendukung akan pilihan kita dan bahagia saat kita bahagia dimana pun kita berada dan kondisi kita yang seperti apapun.

"Setidaknya saya tetap anak ibu saya jika saya bukanlah seorang dokter".Pikir saya untuk mengurangi rasa bersalah setelah inhall.

Jujur motivasi saya sudah mulai terkikis diawal.Karena hal pertama di depan pintu tak seindah yang dibayangkan,saya sebenarnya sudah mempersiapkan diri akan hal terburuk yang terjadi,tapi tetap saja,hal itu menyakitkan.

Intinya seorang hamba tidaklah diberikan suatu hal dalam hidupnya jika ia tidak bisa memikulnya,meski batin ini mulai lelah semoga yang terbaik selalu terjadi.

Jangan sampai banyaknya nikmat yang terlupakan karena kita terlalu fokus dengan kegagalan.

Silahkan teman-teman tinggal kan komentar jika ada kritik dan saran,karena penulis hanyalah manusia lemah yang fakir akan ilmu sehingga masukan teman-teman sangat lah diperlukan.

❤❤❤semangat.

Comments